..bekerja dengan senyum, ikhlas dan cinta, manna mamo lowbatt..
Kalimat ini kulontarkan kembali membuka catatan akhir tahun 2009 atau bisa juga secara lebih pribadi dari (yang kebanyakan teman-teman sering memanggil) “orang tua” atau tomatoa na UKM Seni UNM. Sedikit opini, semoga dapat menambah khazanah kebinekaan kita sebagai sebuah komunitas yang unik dan tentu saja menarik. Meski telah uzur, namun semangat ber”UKM Seni” bolehlah diadu, barangkali gambaran seperti itulah yang sebagian dirasakan oleh teman-teman seangkatan dan senior-senior Ketika melihat ada kejanggalan dan perasaan tidak sreg oleh kelakuan adik-adiknya terhadap lembaga kita. Barangkali ketika Salassa’ kita kotor penuh sampah dan dibiarkan begitu saja berhari-hari tanpa ada yang peduli, atau coretan-coretan di dinding Salassa’ yang sangat meresahkan, atau barangkali karena piala-piala dan piagam penghargaan diatas meja tidak terurus. Dan sekarang, bahkan nama Salassa’pun masih mencari tempat yang layak untuk dihinggapi.
Memori tentang masa-masa jaya tiap zaman dan angkatan akan selalu menjadi nostalgia yang tidak akan pernah habis untuk dicerita. Cerita tentang masa-masa sulit ketika ingin mengadakan kegiatan dan kekurangan dana, cerita petualangan outdoor, tentang pementasan ini-itu, tentang tingkah laku selama di salassa’ atau sekalian cerita makan coto bersama-sama. Di saat-saat seperti itulah ketergantungan-ketergantungan dalam ranah organisasi mulai tumbuh dan mengakar kuat. Keterikatan persaudaraan diantara para Makhluk manis inipun masih tetap terjalin pasca secara perlahan-lahan meninggalkan UKM tercinta ini untuk menyongsong fase yang baru dalam perjalanan hidupnya. Maka, bagi saya, melewatkan masa muda beberapa tahun di UKM Seni UNM adalah pengalaman yang berharga dan ku ucapkan terima kasih untuk itu.
Waktu berjalan, sudah hampir setahun yang lalu, tepatnya 23 November 2008, tongkat estafet pergantian kepengurusan dari adinda Tri Sudirga yang dilanjutkan oleh Hamsan juga hampir berakhir. Ujung kepengurusan merupakan saat yang mendebarkan bagi kawan-kawan yang tergabung dalam kepengurusan. Pengalaman mengajarkan hal itu! Konsolidasi yang dibangun dalam setahun terakhir akan mencapai klimaks dalam sebuah forum. Tentu saja bagi teman-teman yang berada pada posisi pengurus, setelah setahun berdarah-darah mengawal jalannya roda organisasi, ada rasa yang akan terpuaskan karena telah berjuang dan berkorban dalam membesarkan UKM Seni UNM. Perasaan seperti ketika telah mementaskan karya teater dengan sempurna, rasa ketika para penonton merasa terhibur dengan suguhan pementasan kita. Perasaan bahagia bagi seorang yang berbuka setelah seharian berpuasa, rasa plong dan puasa, indah pada waktunya. itulah Harapan kita, Semoga semuanya akan Happy ending. Menilik pepatah Arab, Man jadda Wajada (siapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan).
Tahun ke 6 di UKM Seni UNM, jarang lagi saya memanggil sebutan KK kepada teman-teman di Kampus. Malah Sudah kebanyakan dipanggil KK, Ini menandakan bahwa keberadaan kita di lembaga ini sudah lumayan lama dan masih ada sampai saat ini. Tahun ke enam, artinya ada 5 angkatan dibawah yang di sebut junior. Dan di akhir tahun ini, seperti biasanya, prosesi penyambutan anggota baru PSP 15 UKM Seni UNM telah menanti, tentu saja setelah kepengurusan baru terbentuk. Teman-teman seperjuangan masih tetap setia menemani; Dewa, K’ian, Wawan Erwin Br dan teman-teman yang senior karena Angkatan masuk Universitas bukan karena PSP, seperti Dirga, Deni dan Arhan juga tetap bersama kita sampai saat ini. Kepengurusan baru adalah semangat baru, ada nuansa pembaruan didalamnya. Semangat militan dimana keinginan untuk berekspresi dan melakukan manuver atas nama UKM Seni UNM masih menggebu-gebu. Namun dalam menyambut calon keluarga baru kita itu, diperlukan sebuah media yang pas dalam memberikan orientasi dan pemahaman awal tentang kiprah dan perjalanan lembaga kita. Dibutuhkan lobi yang jitu untuk membentuk pola pikir kepada calon-calon anggota agar benar-benar menyatu dan bangga dengan sebutan, “Anak UKM Seni UNM”. Kader yang aktif dalam bekerja dan berkesenian, berfikir dan memberikan sumbangsih bagi kelangsungan hidup organisasi. Bukan kader-kader lebay yang hanya pandai berbicara tanpa action yang ril. Bukankah Satu perbuatan mewakili ribuan kata-kata?
Pada akhirnya, sekali lagi semuanya akan menjadi memori manis masa muda ketika barang kali kita telah disibukkan dengan rutinitas sebagai orang-orang mandiri dan dewasa dalam arti sebenarnya; ketika sedang sibuk mengajar bagi yang berprofesi sebagai guru, ketika sedang sibuk dihadapan tumpukan berkas bagi seorang PNS, ketika sedang sibuk melayani customer bagi yang bekerja di swasta. Atau barangkali ketika sedang sibuk mencari pekerjaan bagi para job seeker, susunan slide-slide kisah keemasan kita di UKM Seni UNM akan dengan setia mengembangkan bibir kita yang datar menjadi sebuah senyum manis menemani hari-hari. Kepada teman-teman pengurus, Hamsan cs, terima kasih untuk semua kerja keras dalam setahun terakhir ini, Insya Allah kebersamaan kita tidak sampai di tempat ini saja. Dan selamat datang buat calon keluarga baru UKM Seni UNM, PSP 15.
Nurkhalis R
***